Surabaya I’m Coming
Untuk pertama kalinya kaki ini menginjakkan tanah kota pahlawan Surabaya.
Setelah semalaman naik kereta api akhirnya sampai juga di stasiun Gubeng. Tidak ada perbedaan yang mencolok dengan stasiun-stasiun di Jakarta. Hanya suasana pagi yang terlihat tenang dan sejuk yang terhampar di pintu keluar stasiun. Kebetulan perjalanan masih harus dilanjutkan ke sebelah selatan kota surabaya tepatnya di Pandaan jadi sembari nunggu pagi istirahat dulu ah di Mushola stasiun, hmm bersih juga ya tempatnya. Hampir saja saya ketiduran disana karena lumayan berat perjalanan 15 Jam di kereta.
Walau pagi belum utuh betul, saya coba melangkah ke ke jalan nyari angkutan dan wuss….segera diri ini terseret didalam angkot menuju terminal Bungurasih. Lagi, untuk pertama kalinya juga saya dateng langsung ke terminal yang katanya terbesar di Indonesia bahkan di Asia tenggara, bener ga sih mas Sugeng?
Hanya 5 menit menunggu di peron bus yang saya tunggupun akhirnya muncul. Malang….Malang begitu kata kondektur dan langsung saja saya masuk kesana dan ambil kursi paling depan. Maklum masih pagi, waktu itu sekitar jam 05:30an. Bangku bus belum sepenuhnya terisi tetapi klakson dari belakang meraung-raung, mau ga mau Mr. Sopir harus tancap gas mrrrr…..
Setelah keluar Tol langsung terlihat jelas tanggul penahan lumpur Lapindo yang memanjang sepanjang jalan di Porong (oh….ini yang sering di shoot di TV, baru liat). Tidak kelihatan memang lumpur lapindo seperti apa, tetapi dari balik tanggul masih kelihatan kepulan asap putih bersih membungbung dan masih terdengar rintihan para korban lumpur lapindo yang belum mendapat ganti rugi (mimpi mode ON).
1 Jam berlalu dan akhirnya sampai juga di tempat tujuan, The Taman Dayu Residen . Oh….jadi ke Taman dayu to? ketempat siapa nih?
Ternyata raut taman dayu memang menunjukan bahwa ini perumahan orang Elit, kelihatan megah da bersih serta exclusive. Hm…kapan ya punya rumah di tempat seperti ini.
So far so good dari mulai di kereta sampai bus, semuanya sesuai rencana. Namun begitu sampai di gerbang Taman dayu baru saya sadari bahwa saya ga bawa alamat lengkap(waduh). Langsung deh saya call yang empunya rumah sekaligus tujuan akhir saya…..Tulalit dan saya SMS…pending. Waduh…..Piye iki.
Ya udah, mungkin ini awal ujian untuk mendapat sesuatu yang baik, berakit rakit dahulu katanya. Sabar…dan tunggu.
Tepat jam 08.00 HP berbunyi dan yah…ini dia nih yang Mr X nelpon. dan duz… setelah tahu rumahnya langsung dah meluncur. Terus ngapain setelah sampai? (bersambung kali ya, kepanjangen nih), siap Mr X itu? ada deh….