Apa yang tersisa dari Hari Raya Idul Adha bagi anda?

Hari Raya Idul Adha baru saja berlalu. Adakah kesan yang mendalam terhadap Idul adha kali ini?
Hari ini, apa yang masih tersisa dari perayaan hari raya kemarin?
Pastinya jawabannya akan lain untuk masing-masing individu.
Mungkin akan ada banyak yang menjawab, yang tersisa cuma daging kambing nih, atau sisa daging sapi. Atau sisa daging ayam, upss….ayam kan ga boleh utuk kurban ya.

Kalau menurut saya kita boleh meninggalkan hari raya idul adha tetepi seharusnya semangat dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya tidak sepatutnya ikut pergi tak berbekas.
Sedikit diantara nilai mulia tersebut

1. Semangat Rela berkorban

Kita dilatih untuk rela mengorbankan sebagian milik kita untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama. Kita dilatih untuk mengeluarkan sebagian rezeki kita untuk membeli hewan kurban baik itu kambing, sapi atau kerbau untuk berkurban tentu dengan semangat Lillahia’ala bukan untuk unjuk kedermawanan dan mengharap pujian dari manusia. Semangat rela berkorban untuk kepentingan bersama tentu nilai yang sangat mulia yang nampaknya semakin pudar di negeri kita ini. Belakangan malah makin banyak orang rela mengorbankan kepentingan bersama untuk urusan pribadi. Koruptor menjamur dimana-mana. Jadi, kita memang membutuhkan semangat rela berkorban.

2. Semangat berbagi dan tidak egois

Bagi yang mampi disyariatkan untuk menyembelih hewan kurban dan dibagikan untuk golongan yang kurang mampu, itu artinya kita tidak boleh egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Begitu perut kita kenyang maka selesai semua urusan. Ternyata belum, masih banyak perut-perut lain saudara kita yang masih kelaparan dan perlu uluran tangan kita. Maka momentum hari raya kurban seyogyanya kita jadikan pemicu untuk selalu membagi walau seberapapun bagi yang lebih membutuhkan, jangan egois.

3. Semangat kerjasama dengan ikhlas

Sekarang ini sudah bukan rahasia lagi jika sebagian kita akan bekerja dengan penuh semangat jika ada imbalan. Tapi jika kerja bakti tanpa imbalan? banyak yang melaksanakannya dengan setengah hati, ogah-ogahan. Kemarin kita dengan ikhas bahu membahu memotong hewan kurban lalu membagikan nya ke pada yang berhak. Sungguh jika semangat seperti itu kita terapkan di lingkungan kita, misal dengan kerja bakti membersihkan got dan lainnya maka kebersiahan dan kenyamanan akan tercipta. Kuncinya adalah bekerja ikhlas.

4. Perbaikan Gizi dan berempati

Mungkin bagi yang mampu, memakan daging bisa dibilang tidak istimewa dan bisa dilakukan tiap hari, lha wong ada duit. tapi bagi mereka golongan bawah, sungguh suatu kenikmatan tersendiri. Jika kita bisa berempati dengan merasakan bahwa sepotong daging sangat berarti bagi sebagian orang tentu kita tidak akan menyia-nyiakan setiap makanan kita. SUngguh suatu perbaikan gizi dengan memakan daging. Mereka akan bergumam, coba idul adha tiap hari tentu kita akan istirahat ngamen, kita akan mengurangi memulung, kita tidak akan ngemis lagi. Tapi tetep ngeblog kan?

Sebenarnya masih banyak nilai yang bisa kita ambil dan bisa kita jadikan pijakan dalam melangkah dan menapaki kehidupan ini. Semoga bukan daging yang terus terbayang-bayang. Semoga semangat idul adha akan terus hidup dalam pribadi kita. Bagaimana dengan anda, apa yang tersisa dari idul adha kemarin?

  • No Related Post

3 Comments

  • By Ecko, December 13, 2008 @ 2:59 pm

    Kalo saya yg tersisa cuma slilit alias sisa-sisa daging. Habisnya saya masih belum bisa menemukan apa manfaat dari ibadah kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini. Cuma bagi-bagi daging yg kemudian habis tidak sampai seminggu? Kalo menurut Mas Yud sendiri esensinya apa nih? Bukankah beribadah iutu supaya kehidupan kita jadi semakin baik dari hari ke hari? :D
    Ecko’s last blog post..Panen Uang dari Blog Tanpa Iklan

  • By suwung, December 14, 2008 @ 5:01 am

    setelah baca ini

    hatiku jadi ecilll
    memikirkan diriku sendiri

  • By tipis, December 14, 2008 @ 11:25 am

    setelah qurban ya nungguin jatah daging dari hewan yg kita qurbankan hehe. mencoba untuk ikhlas susah bener ya. makasih tulisannya mas

    tipis’s last blog post..InLinks, Peluang baru berburu Dollar

Other Links to this Post

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Powered by WordPresss - Coffee Press